DEBUT ALBUM TERBARU THERAPY SESSION – LIMERENCE

Setelah merilis lima single dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Therapy Session akhirnya merilis album debut mereka yang bertajuk “Limerence” pada 31 Januari 2025. Album ini terdiri dari sembilan lagu yang menggabungkan elemen-elemen musik yang beragam, menandai sebuah babak baru dalam perjalanan kreatif band ini. “Limerence” tidak hanya menampilkan lagu-lagu sebelumnya yang diaransemen ulang dengan sentuhan fresh, tetapi juga menghadirkan empat lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya. Album ini menjadi bukti bahwa Therapy Session berani keluar dari zona nyaman mereka, mengeksplorasi berbagai warna musik, dan menghadirkan karya yang lebih matang.

Judul album, “Limerence” diambil dari istilah psikologis yang menggambarkan keadaan terperangkap dalam obsesi atau kecintaan berlebihan terhadap seseorang. Kondisi ini melibatkan hasrat yang memikat sekaligus pemikiran yang mengganggu. Therapy Session menggunakan konsep ini sebagai metafora untuk menggambarkan perjalanan emosional yang kompleks, baik dalam hubungan interpersonal maupun dalam hubungan dengan diri sendiri. Album ini hadir sebagai bentuk terapi bagi pendengarnya, mencoba mengajak mereka untuk merenung dan berdamai dengan berbagai kisah hidup yang penuh liku.

Setiap lagu di “Limerence” bercerita tentang kisah yang berbeda, namun tetap terhubung oleh benang merah yang sama: upaya untuk menemukan kembali kebahagiaan dan keindahan hidup yang pernah ada. Simbol-simbol seperti rumah usang dan hutan digunakan untuk merepresentasikan kondisi emosional dan tantangan hidup yang dihadapi oleh setiap individu.

Rumah usang menjadi simbol utama dalam album ini. Ia menggambarkan kondisi dalam diri yang sudah rusak dan terbengkalai, namun masih menyimpan harapan bahwa suatu saat nanti akan ada seseorang yang bisa masuk dan memperbaikinya. Rumah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan representasi dari sosok atau tokoh yang hidupnya telah hancur dimakan oleh realita dan kondisi yang dialaminya. Therapy Session ingin menyampaikan pesan bahwa, sehancur apapun keadaan kita sekarang, pasti ada masa lalu di mana kebahagiaan, keindahan, dan momen-momen indah pernah terjadi. “Limerence” hadir sebagai jembatan untuk mengembalikan kita ke fase itu.

Hutan dalam album ini menggambarkan tantangan hidup yang harus dihadapi. Ia menjadi metafora untuk situasi yang penuh ketidakpastian, di mana kita harus berjuang mencari jalan keluar agar bisa bertahan hidup. Apakah kita akan berhasil keluar dari hutan tersebut, atau justru tersesat dan menemui akhir cerita? Therapy Session mengajak pendengarnya untuk tetap berharap dan berjuang, meskipun keadaan tidak selalu bisa diprediksi.

Proses penggarapan “Limerence” tidak berjalan mulus. Therapy Session mengalami beberapa kali pergantian line up selama pembuatan album ini. Namun, di tahun 2025, mereka akhirnya menemukan formasi yang solid. Line up terbaru ini terdiri dari Chip sebagai vokalis perempuan, Kiplow sebagai scream vokal, Reinned dan Hendro Ryan sebagai gitaris, Men sebagai bassis, dan Aldo sebagai drummer. Dengan formasi ini, Therapy Session berharap dapat membawa energi baru dan kualitas musik yang lebih baik, baik dalam hal musikalisasi maupun penampilan live di setiap gig atau festival.

Dengan dirilisnya “Limerence” Therapy Session berharap dapat memberikan dampak positif bagi pendengar mereka. Album ini tidak hanya sekadar kumpulan lagu, tetapi juga sebuah perjalanan emosional yang mendalam. Therapy Session ingin mengajak pendengarnya untuk merenung, berdamai dengan masa lalu, dan menemukan kembali kebahagiaan yang mungkin telah terlupakan.

Di tahun 2025 ini, Therapy Session siap membawa “Limerence”  ke panggung yang lebih besar. Dengan formasi terbaru dan semangat yang membara, mereka berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi para penggemar. “Limerence” bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru dalam perjalanan musik Therapy Session.

“Limerence” adalah sebuah karya yang penuh makna dan emosi. Therapy Session berhasil menciptakan album yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga menyentuh hati dan pikiran. Dengan konsep yang matang, simbolisme yang dalam, serta musik yang beragam “Limerence” layak menjadi salah satu album paling berkesan di tahun 2025. Bagi para pendengar, album ini adalah sebuah terapi, sebuah pengingat bahwa di balik kehancuran, selalu ada harapan untuk bangkit dan menemukan keindahan hidup kembali.

Post Views: 169