“Lembayung Ambisi”, sebuah sikap reflektif Gatra terhadap fenomena sosial

ambisi berlebihan yang seringkali membuat kita lupa akan arti hidup yang sebenarnya.

Di tengah derasnya arus modernitas yang menuntut kesempurnaan, produktivitas tanpa jeda, dan obsesi akan pencapaian material, hadir sebuah karya musik yang mengajak kita bernapas sejenak. Gatra., duo musisi asal Indonesia, merilis single perdana mereka berjudul “Lembayung Ambisi”—sebuah lagu yang bukan hanya menyentuh telinga, tetapi juga menggugah kesadaran.

Lagu ini adalah cermin dari fenomena sosial yang kian menggejala, terutama di kota-kota besar: ambisi yang menggerus kebahagiaan. Dengan lirik yang reflektif, Gatra. mempertanyakan esensi dari segala yang kita kejar: “Apakah semua yang kita raih benar-benar kita butuhkan? Atau hanya ilusi kepuasan yang tak pernah cukup?” Nuansa lagu yang hangat dan introspektif menjadi kontras dengan pesannya yang tajam. “Lembayung Ambisi” menyoroti dua sisi ambisi: Mereka yang terjebak dalam siklus kerja tanpa henti, hingga lupa bahwa waktu dengan orang terkasih adalah sesuatu yang tak tergantikan. Mereka yang sudah “di atas” tetapi masih rakus akan kuasa, seakan dominasi adalah satu-satunya tujuan hidup.

Lagu ini bukan sekadar kritik, melainkan ajakan untuk berhenti dan merenung. Seperti dikatakan Gatra.: “Cukup itu bukan kelemahan, tapi bentuk kematangan.” Di balik nama Gatra. (dengan titik di belakangnya) ada filosofi sederhana namun mendalam. Dibentuk pada 2025 oleh Mukhtar Rosadi (vokal & gitar) dan Mahendra Pratama (bass), duo ini terinspirasi dari kejenuhan akan rutinitas kantor yang kering akan makna. “Gatra” sendiri berarti bagian penting dalam struktur puisi atau irama. Mereka ingin setiap lagu yang dibuat menjadi bagian bermakna dalam hidup pendengarnya—entah sebagai teman merenung, pelipur lara, atau pengingat akan hal-hal yang sering terabaikan. Fakta menarik: Titik di belakang nama Gatra. awalnya hanya pembeda dari musisi lain, tetapi kemudian menjadi simbol.
“Titik itu penegasan. Musik kita nggak pernah setengah-setengah,” ujar mereka. Di tengah maraknya hustle culture yang mengagungkan kerja keras hingga titik kelelahan fisik dan mental, lagu ini hadir sebagai penyeimbang. Dengan aransemen indie pop yang hangat dan lirik yang dalam, “Lembayung Ambisi” cocok untuk didengar di sela-sela kesibukan, saat kita butuh pengingat untuk melambat dan menghargai hidup.

“Lembayung Ambisi” kini bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Dengarkan, resapi, dan temukan kembali makna hidup di balik hiruk-pikuk ambisi dunia. Gatra. bukan sekadar musisi—mereka adalah penyampai kisah yang mengajak kita merenung, melalui nada dan kata. Dan ini baru awal. Kita tunggu karya-karya berikutnya!

Post Views: 252